PENGERTIAN
RUANG LINGKUP DAN TUJUAN YOGA
Pendahuluan
Yoga merupakan jalan
utama dari berbagai jalan untuk Pikiran dan Badan besar agar selalu dalam
keadaan seimbang dan tidak mudah terserang penyakit . Sebab di jaman
globalisasi ini kita sering bekerja, melebihi kemampuan Pikirannya (rohani),
untuk berfikir dan melebihi kemampuan badan (jasmani) untuk melakukan
pekerjaan. Hal ini terjadi tidak saja terjadi di perkotaan, tetapi sampai
kepelosok desa yang terpencil. Sehingga kita mudah terserang penyakit pikiran
dan jasmani.penyakit pikiran
seperti,kesedihan,despresi,malas,emosi,anarkis,stress,yang di sebut
dengan”Rohani”dan akhirnya berakibatkepada penyakit Badan yang sering di sebut
dengan “jasmani”,lemas ,panas dingin,meriang,kesemutan,struk.ketika rohani dan
jasmani terserang penyakit,maka aktivas manusia manusia secara individu akan
terganggu serta dapat berhenti secara permanen.salah satu upaya mengatasinya
adalah dengan cara melakukan Yoga.di samping penyakit yang disebabkan oleh diri
sendiri ,terdapat pula penyakit yang bersumber dari pembawaan hidup,sebagai
manusia,Kelelap di dalamlautan sengsara (proses lahir) mati yang sangat
dalam;penyakit ,usia tua ,dan kesedihan merupakan awal dari munculnya
penyakit;namun pada umumnya tidak ada yang sadar akan hal itu.
PENGERTIAN YOGA
Secara etimologi kata Yoga berasal dari yud,yang artinya menggabungkan atau
hubungan ,yakni hubungan yang harmonis dengan obyek yoga. Dalam patanjali
Yogasutra,yang di kutip oleh Tim Fia (2006:6),menguraikan bahwa; “yogas citta vrtti”,Artinya
,mengendalikan gerak-gerik pikiran, atau cara untuk mengendalikan tingkah polah
pikiran yang cendrung liar, bias, dan lekat terpesona oleh aneka ragam obyek (
yang dihayalkan ) memberi nikmat. Obyek keinginan yang dipikirkan memberi rasa
nikmat itu lebih sering kita pandang Ada diluar diri. Maka k,ita selalu
mencari. Bagi shang yoging in ilah pangkal kemalangan manusia. Selanjutnya
Peter Rendel ( 1979: 14 ), menguraikan bahwa: “ kata yoga dalam kenyataan
berarti kesatuan yang kemudian didalam, bahasa inggris disebut “ Yoke”. Kata
“Yogum” dalam bahasa latinyan berasal dari kata yoga yang disebut denga”
Chongual.
Untuk
pelaksanaan yoga, agama banyak memberika pilihan dan petunjuk – petunjuk
pelaksanaan yoga yang baik dan benar untuk menun tun umatnya agar selalu dalam
keadaan umatnya sehat dan rohani. Disamping petunjuk agama –agama,
danberkembang dimasyarakat harus dipakai sebagai pedoman, pelaksanaan yoga yang
selalu exsis disepanjang zaman.
Dari
uraian tersebut diatas antara pendapat satu dengan yang lain terdapat
pengertian yang singkat dan terdapat pula penguraian pengertian yaqng panjang.
Jadi antara pengertian yang satu dengan yang lainya saling melengkapi, sehingga
dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kata”
Yoga” berasal dari bahasa sansekerta yaitu” Yuj”, kemudian berkembang menjadi
bahasa inggris” Yoke”, bahasa latin” Yogum” dan juga disebut Cancujal”, yang
artinya mengendalikan pangkal penyebab kemalangan manusia yang dapat
mempengaruhi” pikiran dan badan, atau rohani dan jasmani”.
2. Yoga
adalah suatu sistem yang sistematis untuk melakukan rohani untuk memcapai
ketenangan batin dan melakuakan latihan fisik untuk mencapai kesehatan fisik,
sehinggah yoga dapat dikatakan sebagai latiahan secara jasmani dan rohani
secara konstinyu untuk mencapai kesehatan jasmani dan rohani. Disebut dengan “
Jiwan mukti”. Untuk menyatukan “ badan” dengan”alam”, dan menyatukan “ pikiran,
yang disebut juga jiwa” dengan “ Roh” yang disebut Tuhan Yang Maha Esa.
Sehingga disbujt dengan “Moksah”.
Setelah memperoleh
pengertian tentang Yoga, maka yang perlu diperhatikan adalah gerak pikiran,
yang paling liar dang paling sulit untuk dikendalikan. Agar terfokus dalam
pelaksanaan yoga yang baik. Bagaimana pikiran itu dinyatakan sebagai pikiran
yang baik.
RUANG LINGKUP AJARAN YOGA
Di
Indonesi, khusunya di Bali dikenal dengan istilah “ Catur Marga Yoga”. Seperti
yang ditulis oleh Tim Penyusun Pendidikan Agama Hindu ( 1994: 78 – 93 ), yaitu
“ Kata Bhakti Marga Yoga”, sebenarnya adalah perpaduan antara Bhakti dan Bhakti
Yoga.
-
Kata Bhakti berasal dari menyalurka atau
mencurahkan, cinta yang telus dan luhur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kesetiaan
kepada-Nya, pelayanan, perhatian yang sungguh – sungguh untuk memujanya. Kata
Marga berarti jalan atau usaha dan kegiatan, sedang yoga berarti menghubunmgkan
diri dengan tuhan yang maha Esa.
-
Karama Marga Yoga, merupakan etos kerja atau
budaya kerja bagi umat hindu didalam usaha memujutkan kesejahteraan dan
kebahagiaan lahir batin.
-
Jnana Marga Yoga, adalah jalan untuk
menghubungkan diri dengan tuhan yang Maha Esa untuk mencapai kebahagiaan sejati
melalui pengetahuan. Pengetahuan ini ditekankan pada pengetahuan spiritual,
yakni yang dapat membebaskan umat manusia dari belenggu penderitaan, lahir dan
kematian.
-
Raja Marga Yoga, kata Raja berarti
memimpin,yang tertinggi atau terkemuka,. Kata Marga artinya jalan yang
tertinggi, sedang Raja Marga Yoga, berarti jalan atau usaha untuk menghubungkan
diri dengan Tuhan Yang maha Esa melalui jalan yoga yang tertinggi
Lebih lanjut yang
dimaksud dengan Astanga Yoga adalahdelapan tahapan yoga. Kedelapan yoga ini
satu dengan yang lainnya saling terkait. Mengabaikan salah satu komponen
penting tahapan ini berarti menghancur sistem yoga dan itu berarti gagal, maka
dalam lontar tattwa jnana disebut prayogasandhi. Delapan yoga yang dimaksud:
1. Yama
adalah pengekangan diri yang mesti senantiasa dilaksanakan, dengan dasar moral
yoga yaitu untuk dapat ekagra.’ Memusatkan pikiran secara benar dan baik, lalu mencapai nirudha,
keadaan yang tenang sentosa. Orang pertama – tama dianjurkan untuk menaati
brata yoga disiplin yoga.yama brata yakni lima jenis disiplin utama yang
disebut mahavrata janji agung. Ahimansatteya brahmacaryaparigraha yainah,
artinya dijabarkan sebagai berikut ;
a. Ahimsa
ialah tidak bersikap dan berlaku kasar kepada sesamapun kepada mahluk lain,
baik melalui pikiran, ucapan, maupun tindakan.
b. Satya
ialah bersikap dan berprilaku bijak. Behar pada pikiran, setia pada ucapan, dan
jujur pada perbuatan.
c. Asteya
yaitu tidak mencuri atau menginginkan milik orang lain.
d. Brahmacarya
yaitu bersikap dan berlaku terkendali, mengendalikan nafsu asmara.
e. Aparigraha
yaitu hidup sederhana dan tidak serakah. Dapat menerima kenyataan hidup apa
adanya, hanya menerima yang sungguh – sungguh diperlukan.
2. Nyama
adalah janji diri yang dapat dipandang sebagai pengkokoh yama.nyama dapat
dilaksanakan secara tidak tetap tergantung situasi dan kondisi. Nyama brata
yakni lima disiplin penunjang untuk mengukuhkan yama brata. Sauca santosa tapah
svadyay, vara pranidhanani niyamah,; artinya diterangkan sebagai berikut:
a. Sauca
ialah berusaha menjaga kebersihan dan kesucian diri, baik lahir maupun batin.
Termaksud didalamnya kebersihan lingkungan, dapat dilakukan dengan tirtayatra,
mandi suci dan mendatangi tempat cuci untuk memohon siraman rohani.
b. Sentosa
adalah berusaha menjaga kesetabilan emosi selalu tenang, arif, dan damai, tidak
resah menhadapi masalah hidup.
c. Tapa
adalah berusaha untuk tahan uji. Melenyapkan ketidak sempurnaan diri dengan
melakukan tapa. Pantang menyerah. Berpegang teguh pada darma.
d. Swadhvava
yaitu berusaha belajar mandiri tekun mempelajari kitab suci.
e. Isvarapranidhana
selalu berusaha memusatkan pikiran dan bhakti kepada Tuhan
3. Asana
adalah sikap duduk yang sempurna mrnurut sistem yoga. Maksudnya orang akan
mampu duduk dengan benar dan baik bilamana keadaan fisiknya sehat dan sempurna
oleh karena itu para peminat yoga pertama – tama hendaknya membina kebugaran
fisik. Melalui olah raga yoga yang biasa disebut yoga asana. Ada berbagai macam
gerakan yoga.
Berbagai variasi asana itu dapat
dikelompokan dalam posisi:
a. Duduk
b. Berdiri
termaksud didalamnya posisi terbalik
c. Terlentang
Orang dapat memilih
variasi asana disesuaikan dengan keadaan fisik peminaty yoga, tidak
diperkenankan memaksa diri,
4. Pranayama
adalah latihan pernafasan menurut sistim yoga. Pranayama terdiri atas
a. Puraka
(menarik nafas)
b. Kumbhaka
(menahan nafas)
c. Recaka
(mengeluarkan nafas)
5. Prathyahara
adalah penarikan diri, menarik indra dan obyek
6. Dharana
adalah tindakan memegang, membawa, menguasai, memiliki. Setelah indra ditarik
dari obyeknya dari pengawasan manah pikiran maka langkah lebih lanjut adalah
memegang atau menguasai indra – indra itu adalah menguasai obyek pikiran
meditasi. Pemusatan pikiran dapat dilakukan dengan pemusatan cakra (simpul daya
batin). Patanjali mengajarkan cakra dharana tiga cara:
a. Menguasai
indra – indra agar terkonsentrasi pada satu obyek saja.
b. Menentramkan
gerak gerik pikiran dengan watak lemah lembut, penuh kasi sayang, ceria, dan
tenang, baik dalam keadaan suka atau duka
c. Indra
pada nafas yang keluar masuk tubuh.
7. Dhyana
yang artinya meditasi, refleksi, pemusatan pikiran.
8. Samadhi
yang berasal dari urat kata sam dan dhi. Sam artinya kumpulan persamaan,
gundudukan, timbunan, sedangkan dhi artinya fikiran, ide – ide, budi.secara
etomiolagi samhadi artinya pemusatan atau pengumpilan pemikiran yang ditujukan
kepada satu obyek tertentu. Dalam kontek yoga obyek sasaranya adalah Tuhan (
Hyang Widhi).
TUJUAN PELAKSANAAN YOGA
Tujuan yoga ini adalah
menurut (Peter Rendel, 1979:7),” perluasaan kesadaran manusia sampai sebegitu
jauh sehingga bisa dipersamakan dengan kesadaran alam semesta. Hal ini harus
dicapai dengan realisasi prinsip – prinsip spirituil dalam tubuh kita,’ ada
prinsip fisik dan mental dan yang sebenarnya merupakan kepribadian diri kita
sendiriyang abadi dan benar. Untuk mencapai hal itu harus memiliki esensi dalam
sistem tubuh itu sendiri yang dinamakan dengan cakra. Cakra adalah pusat – pusat tenaga vital dalam
berbagai tingkatan pengalaman atau kesadaran yang terdapat didalam tubuh manusia.
Pada
umumnya orang yang tekun melaksakan yoga adalah orang – orang suci, untuk
mengendalikan sifat rajas dan tamas agar dikuasai oleh satwam, seperti
dijelaskan dalam swetaswatara Upanisad Adhyaya ke (1). 3-4 (Sugiarto dan Pudja,
1982 : 13).’” Te kalatma yoganugata apasyan dewatma swa gunair yah karanani
nikhilani tani kalatma yuktany adhitis-thaty ekah,” ‘ orang – orang suci yang tekun melaksanakan
dan dapat membangun kemanpuan spiritualnya dan mampu menyadari bahwa dirinya
adalah bagian dari Tuhan Yang Maha Esa.’ Kemampuan tersebut tersimpan didalam
sifat – sifat guna-Nya sendiri
Tujuan
yoga sesungguhnya adalah untuk membakar iblis,
kekuatan jahat yang mempengaruhi kehidupan manusia yang terdapat
disepanjang jalan. Untuk membakar
kekuatan iblis tyersebut dengan menyatukan atman dengan brahman, seperti
dijelaskan dalam yajur weda samhita prathamodyayah (1): 6-7 menguraikan bahwa.
Kastva yunakti sa tva yunakti kasmai tva yunakti tasmi karmane vam vesaya
vam,pratyustam raksah pratyusta arattayo nistaptam rakso nistapa aratayah,
urvannatariksamanvemi.’ Siapa itu yang menyatukan enkau ? dia
menyatukan engkau? Untuk apa dia
menyatukan engkau? Engkau berdua untuk berkerja, engkau berdua untuk
menyelesaikannya.
Tujuan
yoga adalah memohon agar tuhan yang memiliki kemahakuasaan yang besar dapat
menjaga para yogin dari semua yang membahayakan. Didalam Bhagawaghita II Sloka
48, 53 (Pendit, 1986: 50-53). Menguraikan yagastah kuru karmani angam tyakva
dhananjaya siddhyasiddhyoh samo bhuva samatvam yoga ucyate, budhi yukto jahati
‘ ha ubhe sukrite tasmad yogaya yujyasva karmasu kausalam, pusatkan
pikiranmu pada kesucian bekerjalah tanpa menghiraukan pahala, dananjaya tegaklah pada sukses maupun
kegagalan sebab keseimbangan adalah jiwa yoga, orang yang bersatu dengan budi
suci bersikap bebas baik dan keji oleh karenanya, laksanakanlah yoga sebab
yogalah yang maha tahu dalam kerja.
Beda Antara Astanga Yoga dan Iyengar Yoga
Astanga yoga dan Iyengar yoga adalah dua jenis latihan yoga yang cukup populer pada saat ini. Namun ada beberapa orang yang tidak terlalu bisa membedakan antara satu jenis dengan jenis yang lain. Untuk itulah, artikel ini berusaha memberikan beberapa perbedaan mendasar dari kedua aliran latihan ini. Mari kita mulai dengan Astanga.Astanga adalah bentuk latihan yang bersifat energic yang dikembangkan oleh K Pattabhi Jois. Aliran ini dikenal dengan pengembangan fisik yang kuat terutama pada bagian lengan. Sementara itu Iyengar juga sebenarnya merupakan aliran latihan yoga yang bersifat fisik. Namun penekanannya lebih kepada peregangan dan penguatan otot.
Ada 4 macam hal atau aspek yang bisa dilihat dari Astanga dan Iyengar yoga. Aspek tersebut mencakupi stamina aerobik, fleksibilitas, ketenangan pikiran, dan cedera. Mari kita lihat faktor-faktor ini lebih jauh.
1. Stamina aerobik
Pada aliran Astanga, latihan biasanya dimulai dengan melakukan Sun Salutation yang berguna untuk memanaskan tubuh dan menstimulasi keringat. Hal ini dapat memberikan efek pemurnian pada tubuh. Setelah itu, latihan dilakukan dengan berbagai macam gerakan untuk meningkatkan detak jantung.
Pada aliran Iyengar, latihan yang dilakukan mirip dengan Astanga. Namun porsi dan gerakannya lebih sederhana. Sehingga efek fisiknya bisa dikatakan lebih kurang dan detak jantung juga tidak akan secepat aliran Astanga.
Bolehkan Anak-Anak Latihan Yoga ?
Apakah yoga baik untuk
anak-anak? Mungkin pertanyaan tersebut sering muncul di benak kita sebagai
orang tua. Menurut hasil penelitian, yoga boleh dipraktikan oleh anak-anak
terutama anak-anak yang berusia lebih dari 7 tahun. Bahkan yoga sangat baik
untuk perkembangan fisik dan mental anak. Latihan yoga pada anak-anak bisa
menyebabkan efek rileks dan menenangkan bagi sisi psikologis anak. Selain
memberikan efek rileks dan menenangkan mental, yoga pada anak-anak juga bisa
membantu mereka untuk mengurangi obesitas, meningkatkan konsentrasi, dan bisa
mengolah kesehatan sendiri seperti mengurangi sakit kepala dan iritasi terhadap
benda atau sebab tertentu.
Latihan Yoga sangat bermanfaat bagi anak-anak
penyandang cacat mental dan fisik. Oleh karena itu kita sebagai orang tua
perlumemberikancontoh gerakan-gerakan yoga yang bisa dijadikan sebagai
alternative gerakan latihan fisik bagi anak. Apa saja gerakan yoga yang cocok
untuk anak-anak?
TEKS PUJA YOGA
1. GAYATRI
MANTRAM
OM BHUR BHUVAH SVAH
TAT SAVITUR VARENYAM
BHARGO DEVASYA DHIMAHI
DHIYO YO NAH PRACODAYAT
2. TEKS
MRTYUNJAYA MANTRAM
OM ASATO MA SAD GAMAYA
TAMASO MA JYOTIR GAMAYA
MRTYOR MA AMRTHAM GAMAYA
3. MAHA
MRTYUNJAYA MANTRAM
OM TRYAMBHAKAM YAJAMAHE
SUGANDHIM PUSTI VARDHANAM
URVARUKAMIVA BHANDHANAT
MRTYOR MUKSIYA MAMRTAT