SEJARAH AGAMA HINDU
A.Pendahuluan
Sejarah
membuktikan bahwa Agama Hindu merupakan agama yang tertua di dunia. Agama Hindu
juga dapat menyebar hampir ke seluruh dunia, seperti Amerika Serikat, Mexico,
California,Australia, Mesir, Asia termasuk di indonesia. Perkembangan Agama
Hindu di dunia berawal dari lembah sungai SUCI Sindhu di India.Agama Hindu
muncul merupakan percampuran Bangsa Arya dengan bangsa Dravida.Bangsa Arya
merupakan keturunan bangsa Indo Jerman
yang berkulit putih, hidung mancung dan berambut pirang.Sedangkan Bangsa
Dravida adalah enduduk asli suku india, dengan ciri-ciri berkulit hitam, hidung
pesek dan rambut kriting. Bukti-bukti sejarah peninggalan hindu yang menyebar
di beberapa negara seperti: Dimesir ada piramida dan spinx, Di mexico ada
tarian Rama dan sinta, Di australia ada tarian Ciwa Dance atau tarian dewa siwa
yang di bawakan oleh suku aborigin.
B.
Sejarah Agama Hindu di Indonesia
Agama Hindu berasal dari
India.Berdasarkan penelitian usia kitab-kitab weda, para ahli sampi pada
kesipulan bahwa agama hindu telah tumbuh dan berkembang sekitar 6.000 tahun
sebelum masehi. Sebagai Agama tertua di dunia, Agama Hindu kemudian berkembang
ke berbagai wilayah di dunia,termasuk di asia tenggara dan sampai di Indonesia.
Agama Hindu mulai berkembang di
Indonesia pada abad ke-4m. Hal ini di buktikan dengan di temukannya prasasti di
daerah Kutai,Kalimantan Timur. Ajaran Agama hindu di bawa oleh kaum Brahmana
besama Kaum pedagang. Seorang brahmana yang terkenal Berjasa mengajarkan Agama Hindu adalah Mahar
Rsi Agastya. Beliau sanggat di hormati dan di kagumi, Sehingga berbagai julukan
di berikan sebagai tanda penghormatan,di antaranya agastya yatra, artinya
perjalanan suci rsi agastya yatra
Proses masuknya Agama Hindu sampai ke
Indonesia melalui beberapa tahapan,
yaitu:
1.
Pada
abad ke-1m diperkirakan ajaran-ajaran Agama Hindu sudah masuk ke Indonesia,
tepatnya sekitar tahun 78 masehi dengan datangnya prabhu Aji Saka.Atas
kedatangan bliau di indonesia, umat hindu memperingatinya sebagai tahun baru
saka yang di laksanakan tepatnya pada hari Raya Nyepi.
2.
Pada
tahap yang ke dua, Agama Hindu masuk ke Indonesia dan di sempurnakan oleh
seorang Rsi yang bernama Rsi Agastya, beliau lalu mengajarkan tata cara
menganut suatu agama yang di ajarkan dalam Agama Hindu.Disamping itu pula untuk menghormati jasa-jasa bliau
atas keberhasilanya dalam menyebarkan Agama Hindu sampai ke Indonesia maka
bliau juga di beri beberapa gelar yaitu sebagai berikut:
a.
.Agastya
yatra, artinya perjalanan suci Rsi Agastya sampai ke Indonesia untuk menyebarkan agama tanpa pamrih.
b.
pitra sagara,artinya karena keberhasilan
beliau mengarumi samudra yang sangat luas dalam waktu yang sangat lama.
c.
Bhatara
guru artinya seorang Rsi Agstya memberikan ajaran-ajaran kesucan sebagai
pedoman dasar ajaran-ajaran agama hindu.
3. Pada tahap ketiga, masuknya agama
hindu sampai keindonesia dibawa oleh 3 golongan atau kelompok , yaitu sbb:
a. golongan brahmana yang bertugas untuk
mengajarkan ajaran-ajaran weda dan
pelaksanaan upacara Yadnya.
b. golongan ksatria , yaitu yang
bertugas sebagai panglima perang atau
menata sistem ilmu kepemimpinan dalam ajaran hindu.
c. golongan wesya, yaitu golongan masyarakat
Hindu yang bertugas dalam mengatur
segala perekonomian untuk menjaga kemakmuran masyarakatnya.
Dari tahap ketiga ini lah
muncul kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia yang samppai saat ini masih dapat
kita temui hasil- hasil peningalannya.
B.
Kerajaan Hindu di Indonesia
1. Kerajaan Kutai
Kerajaan kutai terletak di kalimantan timur
,tepatnya di hulu sungai maha kam .Bukti berdirinya kerajaan kutai yaitu Yupa. Yupa
adalah tiang batu yang berisi tulisan pallawa dengan bahasa sansekerta.Tiang
batu tersebut di gunakan untuk mengikat hewan kurban yang di pakai persembahaan
oleh rakyat ke pada para dewa.Raja yang paling terkenal adalah Mulawarman anak
dari Aswawarman dan cucu dari Kudungga.Agama yang di anut adalah agama Hindu
[Siwa] hal itu terdapat dalam salah satu dari tujuh buah yupa yang
menyebutkan ” Waprakeswara”.menurut para
ahli Waprakeswara mengandung arti sebuah lapangan yang luas sebagai tempat
pemujaan terhadap dewa siwa.Sehingga sudah dapat di pastikan masyarakat kutai
memeluk Agama Hindu [Siwa] dengan alasan SSB:
1. Besarnya pengaruh kerajaan
pallawa yang beragama siwa menyebabkan agama siwa terkenal di kutai.
2. Peranan kaum brahmana dalam agama
siwa terutama mengenai upacara agama.
Puncak kejayaan kerajaan Kutai dapat di lihat:
a. Pada sebuah yupa di terangkan
bahwa raja mulawarman adalah raja yang mulia dan terkenal yang telah memberikan
sedekah 20.000 ekor sapi kepada para brahmana di tanah suci Waprakeswara.
Berdasarkan keterangan itu, di duga kutai merupakan kerajaan yang cukup kaya
dan makmur.
b. Setiap tahun mengadakan upacara
sedekah di Waprakeswara.
c.
Pembagian
hadiah dengan adil kepada para brahmana berupa Mas, Timah, dan Ternak.
Peninggalan-peniggalan kerajaan
kutai yaitu: 7 buah Yupa yang
bertulisan huruf pallawa dengan bahasa sansekerta, ketujuh yupa itu
tidak ada penjelasan masing-masing dari nama yupa itu.
Secara tertulis maupun dari para ahli
sejarah belum di temukan pemjelasan tentang sebab-sebab runtuhnya kerajaan
kutai, namun di perkirakan setelah berahirnya Raja Mulawarman tidak ada
penganti yang handal untuk meneruskan program-program pemerintahan.
2.Kerajaan Tarumanegara.
Kerajaan
Tarumanegara terletak di wilayah Jawa Barat. Wilayah kekuasaan
Tarumanegara meliputi Banten, Jakarta,
dan cirebon, sehingga dapat di tafsirkan pada masa pemerintahan raja
Purnawarman hampir menguasai seluruh wilayah Jawa Barat. Sumber-sumber yang
membuktikan keberadaan kerajaan Tarumanegara adalah dari berita Cina dan
prasasti. Mengenai prasasti yang menguraikan tentang Kerajaan Tarumanegara ada
sebanyak tujuh buah Prasasti. Pada prasasti Ciaruteun/ Batu tulis memuat
tentang nama kerajaan Tarumanegara denggan Rajanya Purnawarman.
Kerajaan
Tarumanegara mencapai masa keemasanya saat di pimoin oleh Raja purnawarman. Hal
ini di nyatakan dalam prasasti Ciaruteun. Dalam prasasti ini purnawarman, di
gambarkan sebagai raja yang Arif bijaksana. Dalam prasasti ini, punawarman
mampu memimpin kerajaan sangat baik, sesuai
denggan konsep kepemimpinan di antaranya:
1. Sad Warnaning Rajanit
2. Catur Kotamaning Nrpati
3. Tri
Upaya Sandi
4. Panca
Upaya Sandi
5. Astabrata
Pada
abad Ke-5M, penduduk kerajaan Tarumanegara telah mampu mengusahakan pertanian, peternakan,perikanan,perburuaan
binatang, pelayaran, perdaganggan, dan pertambangan. Peternakan yang di pelihara
adalah lembu, terbukti degan adanya upacara menghadiahkan 1000 ekor lembu ke
pada Brahmana.
Peningalan kerajaan tarumanegara di temukan
tujuh buah prasasti yaitu:
1. Prasasti
tugu ditemukan
di jakarta.
2. prasasti
lebak ditemukan
di banten selatan.
3. prasasti
ciaruteun di temukan di Bogor, pingir sungai Ciaruteun
dan bermuara di dekat Sungai Cisadane.
4. Prasasti
Kebun Kopi, Di temukan di Bogor, di Kampung Cibungbulang.
5. Prasasti
Jambu atau prasasti koleangkak ditemukan di Bogor, daerah Jambu,berjarak 30
km sebelah barat Bogor.
6. Prasasti
Muara Cianten, ditemukan di bogor, diMuara Cianten.
7. Prasasti
pasir Awi, ditemukan
di Bogor, di muara cianten prasasti di keluarkan apabila ada pristiwa penting.
8.
prasasti
kerajaan Tarumanegara di tulis dengan huruf Pallawa dan Bahasa Sansekerta.
Bentuknya Syair, dengan corak pikiran Raja adalah Corak Agama Hindu.
Akhir dari keberadaan Kerajaan
Tarumanegara menurut sumber tidak begitu jelas. Berita Cina hanya menyebutkan
bahwa utusan terakhir Tarumanegara yang datang ke negaranya, yaitu tahun 666
dan 669 M. Oleh sebab itu beberapa ahli menduga Tarumanegara runtuh pada Abad
Ke-7M.Penyebabnya tidak mampu
mengaktualisasikan Ajaran Astabrata, khususnya di bidang Bayubrata dalam
menjalankan Roda Kerajaan, di mana Raja tidak menelusuri secara mendalam
keadaan rakyatnya.
3.Kerajaan Pajajaran
Setelah runtuhnya kerajaan
Tarumanegara, keadaan jawa Barat sepertinya terlihat vakum (tidak adanya
kegiatan politik). Dengan di temukannya sebuah candi di desa Cankuang dekat leles yang keberadaannya samar-samar mengingat
kurangnya data untuk mengungkapkanya. Sumber-sumber sejarah dari kerajaan
pajajaran dapat di ketahui dari prasasti, tulisan-tulisan, dan Kitab-kitab Cerita seperti berikut :
a.
Prasasti Rakyan Juru Pangamat (923 masehi) di temukan di
daerah Bogor mengunakan bahasa Jawa Kuno isinya pengembalian kekuasaan Raja
Pajajaran.
b.
Prasasti Heren, prasasti ini menyebutkan bahwa
penduduk dari Kampung Heren sering merasa tidak aman karena adanya ganguan dari
arah barat (musuh yang di maksud kemugkinan dari Kerajaan Pajajaran).
c.
Prasasti Asana Gede (di Kawali Ciamis) yang menyatakan
tentang perpindahan pusat pemerintahan Pakwan Pajajaran keKawali .
d.
Kitap Cerita Kidung Sundayana, kitab ini menceritakan kekalahan
pasukan Pajajaran diBubad (Majapahit) dan tewasnya Sri Baduga beserta istrinya.
e.
Kitap cerita parahyangan yang menceritakan penganti Raja Sri Baduga adalah Hyang Wunisora.
4.kerajaan Holling
Berita Cina yang berasal dari
Dinasti tang menyebutkan bahwa letak kerajaan Holling berbatasan dengan laut
sebelah selatan, Tan-Hen- La di sebelah utara , Pe-Li di sebelah Timur, To Pe
Teng di sebelah barat. Nama lain dari kerajaan Holling adalah Chopo (jawa).berdasarkan berita cina di
sebutkan bahwa kerajaan Holling di pimpin seorang Raja perempuan bernama Ratu
Simha sangat keras tetapi sanggat adil dan bijak sana. Berdasarkan berita Cina
di sebutkan bahwa kerajaan Holling
mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan seorang Raja Putri
yang bernama Ratu Simha, raja ini terkenal karena keadilan dan kebijaksanaannya
sehingga rakyat tunduk dan taat ke
pada pemerintahannya, sebagai bukti pada
masa itu di berikan bahwa keadilan sanggat di tegakkan tanpa memandang bulu, di
mana raja sengaja menaruh sekantung mas di tengah jalan untuk menguji sebuah
kejujuran rakyatnya, ternyata putra mahkota raja yang tidak sengaja
menyentuhnya, sehinga putra mahkota pun
menerima hukuman yang setimpal.
Peninggalan-peninggalan kerajaan Holing secara fisik tidak di
ketemukan, hanya ada peninggalan berupa
barita Cina seperti berita yang berasal dari dinasti tang. Setelah selesai
pemerintahan Ratu Simha tidak di ketahui lagi keberadaannya kerajaan
Holling yang sebenarnya termasuk sebab-sebab keruntuhannya.
5.Kerajaan
Mataram
Kerajaan mataram terletak di jawa
tengah dengan daerah inti di sebut”. Daerah
tersebut di kelilingi oleh pegununggan dan gunung serta di aliri oleh
banyak sungai dan sungai yang terbesar adadah Bagawan Solo.Menurut prasasti
canggal (732 masehi) Raja sanjaya adalah pendiri kerajaan mataram dan dinasti sanjaya memerintah dengan saggat adil dan
bijak sana sehingga kehidupan rakyatnya terjamin dan tentram, Gemah Ripah Loh jinawi.
Sejak Rakai pikatan berkusa, Kerajaan Mataram
menjadi aman dan makmur.kerajaan mataram kuno mencapai puncak ke jayaannya pada
masa kepemimpinan Raja Balitung (898-910) Di masa kekuasaannya, daerah-daerah
di sebelah timur mataram berhasil
ditaklukannya. Oleh karena itu daerah kekuasaan mataram semakin luas, yang meliputi baelen (Jawa
Tengah) sampai Malang (Jawa Timur).
1.
Prasasti-prasasti
yang ada hubungannya denggan kerajaan mataram antara lain:
a.
Prasasti Canggal yang di temukan di daerah
Canggal, Candi yaitu:
b.
Prasasti mantyasih (907 M).
c.
Prasasti
Wanua Tengah (908 M).
d.
Prasasti
Nalanda .
e.
Prasasti
Kayumwungan (824 M)
2.
Peninggalan-peniggalan Kerajaan mataram berupa
Candi-candi , yaitu:
a.
Candi Borobudur
b.
Candi
Prambanan
c.
Candi
Bima
d.
Candi
Mendut
e.
Candi
Dieng
f.
Candi
Lorojonggrang
g.
Candi
Canggal
h.
Candi
Plaosan
Pada masa pemerintahan Dyah Wawa, kerajaan
mataram mengalami kemunduran. Empu sendok sebagai raja penganti kemudian
memindahkan pusat kerajaan mataram dari jawa Tengah ke jawa Timur dengan Ibu
Kotanya Medang kamulan, di samping karena menghindari letusan gunung merapi
juga karena menghindari letusan Gunung merapi juga karena menghindari serangan
dari kerajaan Sriwijaya. Raja pertama dari dinasti Mataram jawa timur adalah
Epu Sindok yang memerintah sampai tahun 947 M. Raja inilah yang mendirikan
dinasti Ishana (isana) di jawa timur.
6. Kerajaan Medang Kemulan
Beberapa prasati menyebutkan bahwa
kerajaan medang kemulan terletak di Jawa Timur, yaitu di muara Sungai Brantas,
Ibu Kotannya bernama Ratu Mas. Kerajaan ini didirikan oleh Empu Sendok . Empu
Sendok memerintah kerajaan medang
kemulan dengan gelar” Sri Isana Tungga Dewa” . Setelah empu Sendok di gantikan
oleh Raja Darmawangsa dan kerajaan terus menggalami kemunduran dan kehancuran
karena mendapat seranggan dari kerajaan Wura-Wari yang mendapat dukunggn dari
kerajaan Sriwijaya, pada saat berlangsungnya perkawinan putrinya dengan Airlangga
anak raja Udayana-Mahendradata dari Bali. Pada saat itu lah Airlangga di
larikan ke hutan bersama pengikutnya yang paling setia bernama Narotama .
Selama 3 tahun (1016-1019 M) Ailangga di
gembleng di Hutan Wonogiri. Antara tahun 1028-1035 masehi Raja Airlangga berusaha berjuang untuk menggembalikan
keWibawaan kerajaan dengan di taklukannya kerajaan Wura-Wari Wengker, raja
putri dari Selat (Ratu Dirah) yang
terkenal dengan tokoh sakti dalam cerita Calonarang. Di akhir pemerintahan
Airlangga, kerajaan Medang kemudian di pecah menjadi 2, yaitu jenggala dan
kediri, hal itu di lakukan semata-mata untuk menghadiri terjadinya perang saudara.
Tahun 1042 Masehi masa kejayaan
pemerintahan Medang Kemulan di pimpin Oleh Raja Airlanga dengan bukyi Raja Airlanga
mampumengembalikan kewibawaan Kerajaan Medang Kemulan setelah Menaklukkan
Kerajaan-Kerajaan, seperti Wura Wari, Wangker dan Raja putri dari selatan yang
bernama Rangda Indiran.
Peninggalan kerajaan medan kemulan
diketahui adanya berupa cerita colon arang . Kerajaan medan Kemulan berakkhir
karena Raja Airlangga membagi wilayah kerajaanya menjadi dua untuk menghindari
perang saudara, yaitu kerajaan Janggala dan Kerajaan Kediri yang sehingga
denggan sendirinya Kerajaan Medan kemulan telah lenyap.
7.
kerajaan kediri
Kerajaan Kediri terletak di daerah
kediri jawa timur, di tepi suggai brantas.Wilayah kekuasaanya meliputi daerah
Kediri, Madiun dan daerah bagian barat kerajaan medan kemulan .
Kerajaan Kediri merupakan kelanjutan
dari Dinasti Isana, namun untuk mencegah terjadinya perang Saudara, mpu baradah
atas perintah raja Ailangga membagi kerajaan menjadi 2, yaitu Jenggala dan
Kediri. Jenggala dengan ibu kotanya Kahuripan dan sebagai Rajanya Jayanggrana
serta kerajaan kediri denggan ibu kotanya Daha dan sebagai Rajanya Jaya warsa,
akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya Kerajaan Kediri yang terkenal di
bandingkan denggan Jenggala.Dari beberapa raja yang memerintah kediri, justru pada
pemerintahan Jaya Baya menggalami puncak
kemasan.
Pada masa pemerintahan jaya baya 2
kerajaan di satukan kembali denggan nama tetap Kerajaan Kediri. Disamping
beliau terkenal sanggat bijak sana, bliau juga terkenal sebagai ahli Nojum
(Tenung) dan ramalan bliau di kumpulkan dalam sebuah buku yang di sebut”
Jongkojoyoboyo” pada zama Kediri merupakan mpu
Zaman
keemasan bagi kesustraan menggingat banyaknya muncul karya sasatra seperti
krisna yana, Baratayuda, Arjunawiwaha, Hariwangsa, Bhomakauwiya dan
Samaradhana, setelah runtuihnya kerajaan Kediri maka muncullah Kerajaan
Singosari yang Cikalbakalnya dari Tumapel setelah di bunuh oleh Kenarok.
Kendedes istri dari Tunggul Ametung di peristi oleh Kenarok. Kenarok sebagai
raja pertama kerajaan singosari dan mendirikan Dinasti Rajasa semenjak
berdirinya kerajaan Singosari, Pembunuhan terjadi sihberganti, diantara sesama
kerabat raja sebagai akibat dari kutukan Empugandring
Puncak kejayaan kerajaan Kediri terletak pada masa kekuasaan
raja jaya bay (1135-1157) Masehi denggan bukti mampu memperluas kekuasannya
yang di ceritakan pada Prasasti Ngantang yang berisi tulisan “Panjalu Jayati”
yang berarti kediri menang demikian pula samping sebagai raja besar Raja Jayabaya juga terkenal sebagai ahli
Ramal.
Peninggalan-peninggalan kerajaan kediri
kerajaan kediri paling banyak meninggalkan karya sasatra, seperti berikut ini:
1. Kekawin Arjunawiwaha oleh Mpu
Kanwa.
2. Krisnayan.
3. Kitab bharatayuda oleh mpu sedah,
Mpu Panuluh.
4. Samaradhan.
5. Kitab hariwangsa.
6. Kitab Lubdaka
Kerajaan kediri runtuh pada masa
kekuasaan raja Kertajaya akibat serangan dari Ken Arok dalam pertenpuran di
dekat ganter tahun 1222 M.
8.
Kerajaan Majapahit
a.Letak
Geografis
Wilayah kerajaan Majapahit terletak di daerah Mojokerto
dekat sungai Brantas Jawa Timur.Majapahit adalah puncak keemasan dan kejayaan
Hindu dibumi nusantara karena telah dapat mempersatukan Nusantara pada masa
pemerintahan raja Hayam Wuruk dengan patihnya yang bernama Gajah Mada yang
terkenal dengan sumpah Amukti Palapa yang wilayah kekuasaannya lebih luas dari
wilayah Indonesia sekarang oleh karena meliputi kepulauwan Filipina sampai
pulau Formosa. Dilihat dari sruktur pemerintahan, Majapahit (Raja) di bantu
oleh Dewan kerajaan yang di anggkat oleh raja yang di sebut Sanga Panca Ing
Wilwa Tikta yang terdiri dari
Rakryan Mahapatih, Rakryan demung,
rakryan Tumenggung, Rajryan Rangga, Rakryan Kanuruhan. Disamping Rakryan
Mantri, terdapat pula Dharmadhayaksa yang bertugas mengurusi masalah keagamaan.
Dharmadhyaksa ini di bagi dua: yaitu Dharmadhayaksa Ingkasaiwaan mengurus Agama
Hindu (Siwa), dan Dharmadhayaksa. Ringkasengatan pengurus Agama
Budh.Hasil-Kesustraan pada Zaman majapahit: Kitab Negarakertagama karanggan
Mpu prapanca (1365 masehi), Kitab
Sutasoma karanggan Mpu Tantular, Arjuna Wiwaha karanggan Mpu Kanwa, Kitp
kunjaya karna dan parta yadna, kitab paraton, isinya riwayat raja-raja singo
sari dan majapahit,kitab sudayana isinya tentang peristiwa bubat, kitab
surandaka, ranggawale, panji wijaya karama, kitab usana jawa, uasana bali,
paman canggah, ratu panggelaran, calan arang, karawas rama, bhubhuksah, tantri
kaman daka dan panca tantra.
b.Punca
Kejayaan Majapahit
Masa kejayaan kerajaan majapahit terletak pada kekuasaan
raja ayam wuruk (1350-1389) masehi yang di buktikan pada masa itu mampu
mempersatukan bumi nusantara dan di sebut sebagai kerajaan nasional setelah
kerajaan sriwijaya.
c.Peninggalan-peninggalan majapahit
Peningalan-peningalan kerajaan majapahit
berupa peningalan-peningalan candi dan satra-sastra.
Peningalan candi seperti:
1)
Candi
penataran (blitar)
2)
Candi
tegal wangi dan surawana (kediri)
3)
Candi
sawentar (blitar)
4)
Candi
sumber jati(blitar)
5)
Candi
tikus
Peninggalan
berupa Sastra – sastra seperti
1.
Kitab
negara kertagama(empuparapanca)
2. kitab sutasoma (Empu Tantular)
3. Kitab kunjara kurna
4.
Kitab
parta yadnya
d.Sebab runtuhnya kerajaan majapahit
1.tidak ada pembentukan
kaderisasi
3.daerah-daerah kekuasaan
melepaskan diri
4. kemunduran ekonomi/perdagangan
5.masuk dan tersiarnya agama
islam
9. Kerajaan Hindu di Bali
a.letak geografisnya
pusat pemerintahan kerajaan Hindi
Bali terletak di Singhadwala sekitar Desa Bedulu di tampak siring Gianyar Bali. Pada Zaman Bali kuno, yaitu
dalam priode tahun 882-1342 masehi,bali diprtah secara bergantian oleh beberapa
orang raja yang dapat diidentifikasiakan kedalam keluarga raja-raja dari
dinasti Warmadewa sebagai pendir i dinasti warma dewa, Raja pertama yang
memerintah adalah Sri kesari warmadewa sampai akhirnya pada masa pemerintahan
raja suami istri, yaitu Sri Dharma udayana dengan istrinya Mahendradata (Sri
Guna Priya darma patni ),sesuai dgn prasasti Blanjong (sanur),bebetin,malet
gede,dan puusat kerajanya terletak di
singhadwala.
b.peninggalan-peninggalan kerajaan
hindu bali
peninggalan-peninggalan kerajaan
hindu bali berupa bangunan Candi seperti komplek candi gunung kawi (tmpak giring) yang merupakan tempat makan
raja-raja Bali. Peninggalan yang berupa prasasti adalah prasasti Balgojo (sanur) 839 Caku atau
817 Masehi
c.Masa runtuhnya kerajaan Bali
kerajaan Bali runtuh akibat adanya
ekpidisi Majapahit di bawah pimpinan Patih Gajah Mada yang menyebabkan
bali menjadi bagian kekuasaan dari
kerajaan majapahit.
D.Sebab-sebab Runtuhnya Kerajaan Hindu di indonesia
1.
Terbukannya sestem hubungan perdagangan yang membuka cela bagi masuknya imigran
asing dengan budaya mereka untuk beerkambang di wilayah kerajaan Hindu.
2. lemahnya pengawasan dari penguasa pusat
kerajaan di karenakan raja tidak memahami dan
tidak mampu menggaktulisasikan ajaran Astabrata dan menjalankan roda
kerajaan. Astabrata yaitu:
a.
Indrabrata : Raja tidak dapat
memberikan kemakmuran kepada rakyatnya
b. Yamabrata : Raja tidak mampu menegakkan keadilan
c. Chandrabrata:
Raja tidak mampu memberi penerangan kepada rakyatnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar